Pasar Valuta Asing

Dahlan Siamat

Manajemen Lembaga Keuangan - Edisi 5

 

PENDAHULUAN

Secara geografis, pasar valuta asing atau,foreign exchange market ini menjangkau keseluruhan bagian dunia, di mana harga-harga mata uang senantiasa bergerak setiap saat pada setiap hari kerja. Transaksi valuta asing (valas) yang biasanya dalam jumlah besar diawali setiap pagi di Wellington dan Sydney, bergerak ke arah barat, berakhir di California, Pasar valuta asing ini sesungguhnya tidak pernah terhenti dalam waktu 24 jam.

 

Pengertian Dan Fungsi Pasar Valas (Foreign Exchange market)

Adalah suatu mekanisme di mana orang dapat mentransfer daya beli antar negara, memperoleh atau menyediakan kredit untuk transaksi perdagangan internasional. dan meminimalkan kemungkinan risiko kerugian (exposure of risk) akibat terjadinya fluktuasi kurs suatu mata uang. Fungsi pasar valas ini antara lain adalah untuk :

 

a. Transfer daya beli

b. Penyediaan kredit

c. Mengurangi risiko valuta asing.

 

Transfer Daya Beli.

Transfer daya beli (transfer of purchasing power) terutama dalam perdagangan internasional dan transaksi modal yang melibatkan pihak ­pihak yang tinggal di negara yang mata uangnya berbeda. Eksportir Jepang menjual mobil Toyota kepada importir Australia. Eksportir dapat menagih importir dalam Yen. dolar Australia, atau mata uang, negara ketiga seperti US $ dengan persetujuan lebih dahulu.

 

Penyediaan Kredit.

Pengiriman barang antarnegara dalam perdagangan internasional membutuhkan waktu. Oleh karena itu harus ada suatu cara untuk membiayai barang-barang dalam perjalanan pengiriman tersebut termasuk setelah barang sampai ke tempat tujuan yang biasanya memerlukan beberapa waktu untuk kemudian dijual kepada pembeli.

 

Eksportir mungkin menyetujui memberikan kredit kepada importir dengan atau tanpa dikenakan bunga. Atau alterrnatif lain, importir mungkin membayar tunai biaya pengapalan dan membiayai mobil-mobil importir tersebut dengan perjanjian pembayaran yang normal. Pasar valas menyediakan sumber kredit ketiga. Instrumen-instrumen khusus seperti banker acceptance dan L/C dapat digunakan untuk membiayai perdagangan.

 

Mengurangi Risiko Valas.

Sekali lagi. dengan mengambil ilustrasi di atas, importir maupun eksportir dalam transaksi tersebut tidak akan bersedia mengambil risiko terhadap fluktuasi kurs. Kedua-duanya mengharapkan memperoleh keuntungan dalam usaha perdagangan mobil dalam kondisi normal dari kemungkinan risiko yang tidak diperkirakan misalnya terjadi perubahan kurs sehingga mempengaruhi besarnya keuntungan.

 

Peserta Dalam Pasar Valas

Transaksi di pasar valuta asing terdiri atas 2 jenis tingkatan, yaitu,

  1. Antarbank atau wholesale mar­ket dan
  2. Klien atau retail market.

 

Transaksi individu dalam pasar antarbank biasanya berjumlah sangat besar misalnya dalam kelipatan jutaan dolar. Sedangkan kontrak antara bank dengan nasabah biasanya dibuat dalam jumlah tertentu dan bisa dalam jumlah yang relatif kecil. Peserta yang aktif melakukan transaksi pada dua tingkatan pasar di atas terdiri atas 4 golongan, yaitu sebagai berikut :

 

1. Dealer Valas Bank dan Non-Bank

Dealer bank dan nonbank bermain di kedua pasar antarbank dan nasabah. Mereka memperoleh keuntungan dengan membeli valuta asing pada harga "bid' dan menjualnya kembali pada harga yang sedikit lebih tinggi pada harga "offer". Persaingan antar-dealer di seluruh bursa valuta asing mengakibatkan spread semakin mengecil dan menjadi efsien.

Dealer valas bank-bank internasional sering berfungsi sebagai market maker. Mereka senantiasa bersedia menjual dan membeli valas yang mereka khususkan dalam batas transaksi atau trading yang ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan bank. Batas transaksi atau trading limit ini amat penting karena divisi valas pada suatu bank beroperasi sebagai pusat laba atau profit center.

 

2. Perusahaan dan Individu

Perusahaan dan individu menggunakan pasar valas untuk mempermudah pelaksanaan transfer investasi atau komersial   Kelompok ini terdiri atas importir-importir, investor portfolio internasional. perusahaan-perusahaan multinasional Mereka menggunakan pasar valuta asing ini untuk tujuan investasi.

 

3. Spekulator dan Arbitrase

Spekulator dan arbitrase melakukan transaksi dalam pasar valas untuk memperoleh keuntungan. Arbitrase pada prinsipnya merupakan suatu bentuk spekulasi yang terdapat dalam pasar valas, di mana mereka membeli valas di suatu pusat keuangan kemudian menjualnya kembali di pusat keuangan lain untuk memperoleh keuntungan diri sendiri. Kegiatan arbitrase ini dimungkinkan oleh kemudahan dan kecepatan transfer dengan menggunakan alat telegrafik antara pusat keuangan satu dengan pusat keuangan dunia lainnya.

Dealer mencari keuntungan dari spread antara permintaan (bid) dan penawaran (offer) dan hanya secara insiden mencari keuntungan dari perubahan­perubahan harga. Sementara spekulator mencari seluruh keuntungan dari perubahan-perubahan harga secara simultan. Spekulasi dan arbitrase dalam jumlah besar umumnya dilakukan oleh trader. Bank-bank dalam hal ini dapat bertindak sebagai dealer, spekulator, dan arbitrase.

 

4. Bank Sentral

Bank-bank sentral menggunakan pasar ini untuk memperoleh cadangan devisa dan juga mempengaruhi harga di mana mata uangnya diperdagangkan. Bank Sentral mungkin melakukan langkah-langkah yang semata-mata dimaksudkan untuk mendukung atau mendongkrak nilai mata uang sendiri. Kebijaksanaan atau strategi seperti ini banyak dilakukan oleh Bank-bank Sentral.

 

JENIS TRANSAKSI

Dalam operasional sehari-hari bank, khususnya bank-bank devisa, melakukan kegiatan transaksi yang berkaitan dengan valas; misalnya jual beli mata uang asing, travelers check, atau berfungsi sebagai money changer berdasarkan kurs beli-kurs jual yang telah ditetapkan. Menerbitkan sertifikat deposito atau memberikan kredit dalam valas. mendepositokan uang pada bank-bank di luar negeri dan sebagainya merupakan transaksi valas; dan kegiatan tersebut dapat digolongkan sebagai transaksi valas tradisional.         Kurs jual beli adalah nilai tukar antara dua mata uang di mana bank bersedia membeli atau menjual mata uang tersebut Kurs ini senantiasa mengalami perubahan, turun-naik mengikuti mekanisme pasar. Pada bagian ini transaksi dalam pasar valas dilakukan atas dasar sebagai berikut:

 

a. Transaksi Spot

b. Transaksi Forward

c. Transaksi Swap

 

Instrumen yang digunakan untuk melakukan transaksi dalam pasar valuta asing sering disebut sebagai instrumen derivatif.

 

Transaksi Spot

Transaksi spot adalah jual beli mata uang dengan penyerahan dan pembayaran antarbank yang akan diselesaikan pada dua hari kerja berikutnya. Misalnya kontrak jual beli suatu mata uang spot dilakukan atau ditutup pada tanggal 7 November 1998, penyerahan dan penyelesaian kontrak tersebut dilakukan pada tan-gal 9 November 1998. Apabila pada tanggal 9 November 1998 tersebut kebetulan hari libur atau Sabtu maka penyelesaiannya adalah pada hari kerja berikutnya. Tanggal penyelesaian transaksi seperti ini disebut tanggal valuta atau value date.

 

Penyerahan dana dalam transaksi spot pada dasarnya dapat dilakukan dalam beberapa cara sebagai berikut:

a.       Value Today (value Tod), yaitu penyerahan dana dilakukan pada tanggal (hari) yang sama dengan tanggal (hari) diadakannya transaksi (kontrak). Cara penyelesaian ini juga disebut same day settlement atau cash settlement.

b.      Value Tomorrow (Value Tom), yaitu penyerahan dana dilakukan pada hari kerja berikutnya atau hari kerja setelah diadakannya kontrak atau one day settlement.

c.       Value spot, yaitu penyerahan dilakukan dua hari kerja setelah tanggal transaksi.

 

Transaksi Forward

Transaksi forward atau juga disebut transaksi berjangka pada prinsipnya adalah transaksi sejumlah mata uang tertentu dengan sejumlah mata uang lainnya dengan penyerahan pada waktu yang akan datang. Kurs ditetapkan pada waktu kontrak dilakukan, tetapi pembayaran dan penyerahan baru dilakukan pada saat kontrak jatuh tempo. Oleh karena itu, suatu transaksi.forward 2 bulan, misalnya kontrak ditutup tanggal 21 April akan memiliki tanggal valuta pada 23 Juni. Meskipun hampir semua kontrak.forward memiliki tanggal jatuh tempo tertentu, namun biasanya dapat diatur mengenai waktu-waktu penyerahan misalnya, pada awal bulan (tanggal 1 sampai 10), pertengahan bulan (tanggal l1 sampai 20), akhir bulan (tanggal 21 sampai 31). Kontrak dengan penyerahan seperti ini biasanya lebih mahal tetapi lebih disukai apabila perusahaan tidak mengetahui tanggal pasti penerimaan dana valuta asingnya.

 

Trnnsaksi forward ini biasanya sering digunakan untuk tujuan hedging dan spekulasi. Hedging atau pemagaran risiko yaitu transaksi yang dilakukan semata mata untuk menghindari risiko kerugian akibat terjadinya perubahan kurs.

 

Transaksi Swap

Transaksi swap dalam pasar antarbank adalah pembelian dan penjualan secara bersamaan sejumlah tertentu mata uang dengan 2 tanggal valuta (penyerahan) yang berbeda. Jenis transaksi swap yang umum adalah "spot terhadap forward". Dealer membeli suatu mata uang dengan transaksi spot dan secara simultan menjual kembali jumlah yang sama kepada bank lain dengan kontrak forward.

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa pada dasarnya transaksi swap ini merupakan transaksi tukar pakai suatu mata uang untuk jangka waktu tertentu Transaksi swap berbeda dengan transaksi spot, atau forward. Dalam mekanisme swap, terjadi dua transaksi sekaligus dalam waktu yang bersamaan yaitu menjual dan membeli atau membeli dan menjual suatu mata uang yang sama. Sementara pada forward atau spot, transaksi terjadi hanya sekali saja yaitu membeli atau menjual. Penggunaan transaksi swap sebenarnya dimaksudkan untuk menjaga kemungkinan timbulnya kerugian yang disebabkan oleh perubahan kurs suatu mata uang. Swap dapat dilakukan antara nasabah dengan banknya dan antara bank dengan Bank Indonesia (disebut reswap).

 

Transaksi swap antara bank dengan Bank Indonesia terdiri atas:

a.       Swap likuiditas, yaitu swap yang dilakukan atas inisiatif Bank Indonesia untuk dana yang berasal dari pinjaman luar negeri. Posisi (outstanding) swap likuiditas ini untuk setiap bank maksimum 20% dari modal bank,

b.      Swap investasi, yaitu swap yang dilakukan atas inisiatif bank berdasarkan swap bank dengan nasabahnya yang dananya berasal dari pinjaman luar negeri (offshore loan) untuk keperluan investasi di Indonesia.

 

Ilustrasi transaksi swap dan reswap dapat dijelaskan sebagai berikut:

a.       Pada tanggal 7-4-2000 seorang nasabah Bank ABC memperoleh offshore loan sebesar USD 1.000.000 dari satu bank di Singapore.

b.      Jangka waktu pinjaman 3 bulan

c.       Spot rate Rp7.500 - Rp7.800/USD

d.      Premi Swap 3 bulan yaitu:

- Bank ABC dengan Nasabah: 8 1/8%

- Batik Indonesia dengan Bank ABC : 8,0%

 

Diminta:

a)      Jumlah yang dibayar nasabah ke Bank ABC untuk fasilitas swap tsb.

b)      Jumlah yang dibayar Bank ABC kepada BI atas fasilitas reswap tersebut.

c)      Jumlah keuntungan yang diperoleh Bank ABC.

 

Penyelesaian:

a.   Transaksi swap nasabah dengan Bank ABC: Tanggal 5 Apri12000

Nasabah menutup swap 3 bulan dengan menjual USD l.000.000 kepada Bank ABC dengan spot rate Rp7.500/USD.

Jumlah yang diterima nasabah : USD 1.000.000 x Rp7.500 = Rp7.500.000.000

 

Nasabah beli kembali USD 1.000.000 dari Bank ABC dengan kurs vang sama Rp7.500/ USD ditambah premi swap 8 1/8 % p.a pada Tanggal 5 April 2000 :

 

- USD 1.000.000 x Rp7.500 USD = Rp7.500.000.000

- Premi swap yang harus dibayar:

 

                Rp7.500.000.000 x 8 1/8 x 3

         =   -----------------------------------  = Rp152.343.750 + nilai kurs yang sama

                             12 x 100

     Jumlah yang dibayarkan                 = Rp7.652.343.750

 

b.   Transaksi swap Bank ABC dng Bank Indonesia (Reswap) - tgl 5 April 2000

Bank ABC melakukan swap ulang (reswap) pada Bank Indonesia untuk jangka waktu 3 bulan senilai USD 1.000,000 dengan spot rate Rp7.500/USD yaitu:

USD 1.000.000 x Rp7.500 = Rp7.500.000.000

 

tanggal 5 Juli 2000

Bank ABC membeli kembali USD 1.000.000 dari BI dengan kurs yang sama Rp 7.500/USD ditambah premi reswap 8% p.a yaitu:

- USD 1.000.000 x Rp7.500 = Rp7.500.000.000

- Premi swap yang harus dibayar:

            Rp7.500.000.000 x 8 x 3

      =    -----------------------------   = RP 150.000.000 + nilai kurs sama

                      12 x 100     

Jumlah yang dibayarkan      = Rp7.650.000.000

c.   Keuntungan yang diperoleh Bank ABC

Adalah selisih premi swap yang dikenakan kepada nasabah dengan premi swap ulang yang dibayarkan kepada Bank Indonesia :

 Rp 152.343.750 - Rp 150.000.000 = Rp2.343.750.

 

KURS DAN KUOTASI  VALUTA  ASING

Kurs valuta asing adalah harga suatu mata uang yang dinyatakan dalam mata uang lain. Sedangkan kuotasi (quotation) valuta asing merupakan suatu pernyataan kesediaan melakukan transaksi,jual­beli valas pada suatu kurs yang diumumkan.

 

Kuotasi ini dapat dilakukan dengan cara:

a. Langsung atau direct quotation

b. Tidak langsung atau indirect quotation

c. USD quotation

 

Direct Quotation

Yaitu cara penentuan kurs suatu mata uang di mana satu mata uang asing digunakan untuk menilai mata uang lokal. Oleh karena itu menurut metode direct quotation, unit mata uang asing senantiasa tetap terhadap mata uang lokal.

 

Indirect Quotation

Penentuan kurs berdasarkan indirect quotation merupakan kebalikan dari direct quotation yaitu penentuan kurs di mana unit mata uang lokal digunakan untuk menilai mata uang asing. Dalam indirect quotation unit mata uang lokal selalu tetap terhadap mata uang asing.

 

Direct quotation dan indirect quotation merupakan hal yang timbal-balik. Misalnya, di Jakarta USD = IDR7.800 merupakan direct quota­tion untuk USD. Sedangkan indirect quotation-nya IDR = USD 0.0001 (yaitu 1: Rp7.800) yaitu indirect quotation bagi USD di Jakarta.

Karena IDR (Rupiah) merupakan mata uang lokal di Indonesia maka quotation untuk IDR 0.0001/USD merupakan indirect quote di Jakarta dan direct quote di New York.

 

USD Quotation

Dalam transaksi valas internasional, USD selalu dijadikan sebagai mata uang referensi dalam penentuan kurs mata uang asing lain, misalnya IDR 2.173/USD.

Terms yang digunakan dalam melakukan quotation di pasar uang antarbank adalah "Euro­pean terms"; artinya harga mata uang asing terhadap satu dolar AS. Cara yang lazim dalam melakukan quotation yang berkaitan antara franc dengan dolar seperti contoh di atas adalah FFr 5.1335/USD, cara ini disebut juga French terms. Sedangkan quote untuk Yen Jepang JPY 98.0992/ USD dapat juga disebut "Japanes terms". Di luar Amerika Serikat umumnya quotation dilakukan dengan direct quote yaitu harga mata uang lokal terhadap dolar AS. Quotation yang sama ini di Amerika Serikat menjadi indirect quotation.

 

Outright forward quotation.

Outright forward quotation berarti kurs mata uang dinyatakan dalam harga penuh (full price). Outright quotation biasanya dapat dilihat di surat-surat kabar dan digunakan oleh bank dalam melakukan transaksi dengan nasabah-nasabahnya.

 

Point Quotations

Di kalangan trader valas, mereka lebih sering menyatakan forward rate dalam bentuk “points". Quotation dalam bentuk Point sesungguhnya bukanlah kurs valuta asing, melainkan perbedaan atau selisih antara, forward rate dengan spot rate. Dengan demikian, spot rate tidak dapat dilakukan dengan cara menyebutkan point atau "point basis".

"Point" pada prinsipnya adalah angka terakhir dari suatu quotation, dan dalam menyebut point yang diambil adalah angka desimal di setiap quotation. Alternatif lain untuk menyatakan kurs. harga dolar dari satu unit mata uang asing disebut "American terms". American terms biasany'a digunakan untuk quotation poundsterling Inggris (GBP), dolar Australia (AUD), dolar New Zealand (NZD).

 

Bid and Offer Quotation

Quotation dibuat dalam menetapkan harga "bid” (kurs beli) dan (kurs jual). "Bid' dalam transaksi jual beli valuta asing berarti dealer bersedia membeli mata uang tertentu pada harga yang ditetapkan. Sedangkan "offer" berarti dealer bersedia menawarkan atau menjual mata uang pada harga tertentu. Dalam praktiknya penyebutan harga bid atau off'er biasanya dilakukan dengan tanpa menggunakan simbol mata uang yang bersangkutan lagi. Quotation franc/dolar yang digunakan pada contoh yang telah dijelaskan di atas sebenarnya merupakan kurs tengah antara "bid” dan "offer”. Keuntungan dealer berasal dari selisih antara harga beli dan harga jual di samping komisi.

 

SPEKULASI DALAM VALUTA ASING

 

Spekulasi dalam bursa valas maksudnya adalah melakukan transaksi valas dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dari turun-naiknya kurs suatu mata uang asing. Kerugian dapat terjadi akibat salah antisipasi terhadap ketidakpastian kurs suatu valuta asing tertentu.

Untuk ilustrasi dengan menggunakan teknik-teknik yang telah dibahas sebelumnya, kita asumsikan kurs Deutsche Marks (DM) terhadap US$ pada saat ini sebagai berikut:

 

Florence Quotation

Spot rate                      DM 2.5880/USD

Forward rate 6 bulan    DM 2.5391/USD

 

Tabel  berikut adalah  penawaran  mata uang asing.

Seorang spekulator memperkirakan bahwa dalam jangka waktu 6 bulan spot rate DM akan menguat menjadi DM2.4750 per USD. Kita asumsikan spekulator ini memiliki US$40,000 dan akan mencoba memperoleh keuntungan dengan melakukan spekulasi baik dalam spot market maupun dalam,forward market. Dengan asumsi tersebut di atas dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut :  ,

 

Spekulasi dalam Spot Market.

Dengan menggunakan quotation di atas, maka spekulator yang bersangkutan dapat membeli DM pada spot market sebanyak:

            US$ 40,000 x DM 2.5880 = DM 103,520

Apabila prakiraan spekulator tersebut ternyata benar yaitu DM menguat terhadap USD menjadi misalnya DM 2.4750/USD, dalam waktu 6 bulan, maka ia dapat menjual kembali DM untuk membeli USD dengan nilai

             DM 109,520: DM 2.4750 = USD 41,826

Keuntungan yang diperoleh dari transaksi tersebut adalah :

           = USD 41.1826 - USD 40,000 = USD 1,826.

 

Secara teoretis dalam spekulasi valas kemungkinan untuk memperoleh keuntungan tidak terbatas, tetapi kerugian karena melemahnya valas terjadi maksimum US$ 40,000 yaitu sejumlah yang diinvestasikan.

 

Spekulasi dalam Forward Market.

Pada prinsipnya seseorang dapat berspekulasi dalam foruward market dengan cara "membeli" atau "menjual" dalam forward market kemudian menutup posisi forward pada waktu tertentu di kemudian hari. Kontrak forward dapat ditutup dengan menunggu sampai jatuh tempo dan menjualnya atau "membeli" valas secara spot atau dengan cara melakukan kontrak forward tandingan (opposite forward contract) sebelum kontrak pertama jatuh tempo. Kontrak tandingan tersebut akan memiliki tanggal jatuh tempo yang sama dengan kontrak pertama.

Dengan tetap menggunakan contoh seperti pada transaksi spot di atas, salah satu alternatif melakukan spekulasi adalah dengan membeli DM forward dengan dolar, lalu tunggu sampai kontrak jatuh tempo, kemudian menyerahkan dolar untuk DM. selanjutnya jual DM di spot market berapa pun kursnya. Dengan USD 40,000 yang dimilikinya spekulator harus membeli DM dengan kurs forward DM 2.5000/USD yaitu sebanyak DM 100.000 forward dengan harga DM 2,5000/USD. Dengan demikian spekulator menyetujui menyerahkan USD 40,000 dan menerima DM 100,000 dalam waktu 6 bulan. Apabila perkiraan spekulator tersebut untuk harga spot mendatang benar. maka DM 100,000 yang sebelumnva diterima dalam Waktu 6 bulan dapat dijual dengan kurs DM 2.4750/USD yaitu senilai USD 40,404. Sehingga keuntungan yang diperoleh adalah:

            = USD 40,404 - USD 40,000 = USD 404

Dalam spekulasi ini kerugian maksimun adalah US$ 40.000. kerugian akan terjadi apabila mata uang yang diinginkan (DM) tidak memiliki nilai dalam waktu 6 bulan. Keuntungan yang diperoleh dalam dolar tidak terbatas, karena secara teoretis nilai DM dapat naik tanpa batas terhadap dolar.

Alternatif lain melakukan spekulasi adalah menjual DM forward. Dalam hal ini untung hanya akan diperoleh apabila nilai spot DM dalam dolar melemah. Seandainya forward rate adalah DM 2,5000/USD seperti sebelumnya dan spekulator memperkirakan kurs spot dalam waktu 6 bulan akan melemah menjadi DM 3,0000/USD. Oleh karena itu, spekulan yang bersangkutan akan menjual DM untuk dolar dalam.forward market, tunggu sampai tanggal di mana kontrak jatuh tempo, beli DM di spot market, kemudian serahkan untuk kontrak, forward untuk memperoleh dolar. Dengan menggunakan perkiraan tersebut, spekulator akan menjual DM 100,000 forward 6 bulan untuk dolar. Dalam waktu 6 bulan tersebut, spekulator akan membeli DM 100,000 dalam spot market dengan kurs DM 3,0000/USD = USD 33,333. Kemudian serahkan DM untuk forward contract dan menerima US$ 40,000 untuk memperoleh keuntungan sebesar USD 6,667 (USD 40,000 - USD 33,333).

 

Dalam alternatif kedua ini, kerugian maksimun dapat menjadi tidak terbatas, kerugian akan terjadi jika nilai DM naik tak terbatas dalam 6 bulan dan spekulan terpaksa membeli DM dengan spot pada kurs yang tidak terbatas ini. Keuntungan maksimum US$ 40,000, suatu jumlah yang akan terjadi bila nilai DM jatuh menjadi nol.

 

Margin Trading

Margin trading adalah transaksi jual beli valas yang tidak diikuti dengan pergerakan dana dan yang diperhitungkan sebagai keuntungan atau kerugian adalah selisih bersih antara harga beli/jual suatu jenis valuta pada saat tertentu dengan harga jual/beli valuta yang bersangkutan pada akhir masa transaksi.

 

Berkembangnya globalisasi keuangan dan perbankan yang diikuti dengan semakin bertambahnya  produk-produk baru di bidang perbankan, mengakibatkan risiko yang dihadapi oleh perbankan maupun nasabah menjadi semakin besar. Untuk mendorong terciptanya iklim perbankan yang sehat, maka Bank Indonesia menganggap perlu ditetapkan pedoman yang jelas tentang kegiatan usaha bank berupa margin Trading. Oleh karena itu Bank Indonesia mengeluarkan ketentuan mengenai kegiatan margin trading yang diatur dalam Paket Kebijaksanaan 28 Febrrrari 1991 yang pokok-pokoknya sebagai berikut :

 

a.   Margin trading valuta asing harus dilaksanakan berdasarkan:

- kebijaksanaan direksi bank.

- suatu kontrak yangtelah dibuat sebelumnya.

b.  Dalam kontrak margin trading dimuat sekurang-kurangnya base currency yang digunakan, pelaksanaan settlement, pembukuan laba atau rugi dari margin trading, dan jumlah yang dipergunakan sebagai batas keharusan menyetor tambahan margin deposit (cut loss).

c.   Kegiatan margin trading dilakukan atas dasar tersedianya margin deposit.

d.  Margin trading" untuk kepentingan nasabahnya ditetapkan setinggi-tingginya 10 X(sepuluh kali) dari margin deposit nasabah yang disetor ke bank. Di samping itu, bank dilarang mengambil; posisi terbuka bagi grup atau perusahaan grupnya.

e.  Margin trading untuk kepentingan bank ditetapkan setinggi-tingginya 10% dari modal bank.

f. Apabila bank mengalami kerugian sebesar 5% dari modal, bank harus menghentikan kegiatan margin tradingnya dan hanya boleh melakukan kembali setelah memperoleh persetujuan Bank Indonesia.

g.  Margin deposit nasabah maupun bank harus dicantumkan dalam laporan mingguan maupun laporan bulanan.

      Dalam beberapa keadaan, bank atau dealer dapat memperkenankan seorang klien untuk     ' membeli valas dengan shot atas dasar margin. Transaksi atas dasar margin ini dalam praktiknya misalnya, nasabah hanya mendepositokan 15%-25% dari harga beli valas dan meminjam sisanya.

      Simpanan ini disebut margin deposit yang dimaksudkan untuk menutup kemungkinan terjadinya kerugian dari transaksi jual-beli valas yang dilakukan. Transaksi valas dengan margin trading ini tidak disertai dengan pembayaran atau penyerahan dana oleh pembeli (nasabah) untuk setiap transaksi akan tetapi yang diperhitungkan adalah selisih kurs dari transaksi (keuntungan/kerugian).

 

EUROCURRENCY

Bagi masyarakat pusat keuangan dan perbankan internasional. istilah Eurocurrency bukanlah suatu hal yang baru. Eurocurrency sesungguhnya bukanlah "barang" baru karena telah dikenal sejak tahun 1920.

 

Pengertian Eurocurrency dan Eurobank

"Eurocurrency adalah suatu mata uang yang disimpan atau didepositokan pada sebuah bank yang berkedudukan di luar negara yang memiliki mata uang tersebut". Bertolak dari pengertian ini maka, setiap mata uang yang dapat ditukarkan (convertible currency) bisa saja dalam bentuk "Euro" sepanjang disimpan atau didepositokan pada sebuah bank di suatu negara di mana mata uang tersebut bukan sebagai "native". Oleh karena itu, dapat disebut Eurodollar bagi dollar Amerika yang disimpan pada bank-bank di luar Amerika Serikat atau Euroyen, dan Euromarks bagi Yen dan Deutchmark yang disimpan di luar Jepang dan Jerman.

Penggunaan prefix atau awalan "Euro" hanya untuk menunjuklcan letak geografis asal mula berkembangnya Eurocurrency. karena itu istilah tersebut sesungguhnya salah kaprah. Pemakaian kata "Euro" sebenarnya untuk membedakan deposito suatu mata uang tertentu yang ditempatkan di luar negara asalnya. Misalnya, seseorang memiliki dollar dan mark kemudian menyimpannya dalam bentuk giro di salah satu bank di Paris. maka mata uang tersebut dikatakan Eurodollar dan Euromarks.

 

Proses Terciptanya Eurocurrency

Untuk menggambarkan proses terciptanya suatu Eurocurrency, dalam hal ini "Eurodollar", kita ambil ilustrasi sebagai berikut :          

a. Pak Ahmad seorang usahawan Indonesia memiliki uang di New York sebesar US$ 1 juta yang          didisimpan di bank dalam bentuk Deposito Berjangka. Sepanjang menyangkut bank Amerika, dalam hal ini The First US Bank, simpanan tersebut rnerupakan simpanan atau deposito dollar domestik yang dimiliki oleh nasabah bukan penduduk.

b. Pak Ahmad kemudian memutuskan bahwa dia akan memperoleh bunga yang lebih tinggi apabila dolarnya tersebut ditempatkan pada Eurodollar market. Maka ketika deposito berjangkanya di The First US Bank jatuh tempo, Pak Ahmad mentransfernya ke salah satu bank di London, yaitu The First Eurobank, di mana secara kebetulan jauh sebelumnya ia telah menjadi nasabah.          Untuk mempermudah, kita anggap bahwa bank koresponden The Eurohank di New York kebetulan juga adalah The First US Bank, sehingga transaksi yang terjadi adalah The First Eurobank mempunyai kewajiban sebesar US$ 1 juta dalam bentuk Deposito Berjangka atas nama Bapak Ahmad dan dalam waktu yang sama The First Eurobank memiliki aktiva dalam bentuk Giro sebesar US$ 1 juta pada the First US Bank. Selanjutnya. yang terjadi adalah kepemilikan simpanan pada The First US Bunk sebesar US$ 1 juta telah berubah dari Bapak Ahmad menjadi atas narna The First Eurobank. Pada tingkat proses ini telah tercipta Eurodol­lar senilai US$ I juta.

c. Mekanisme transaksi tersebut pada ilustrasi 1 dan 2 dapat terjadi dengan cara The First US Bank mengirim telex ke The First Eurobank di London untuk minta instruksi mengenai dana sebesar US$ l juta tersebut untuk ditransfer. The First Eurobank sebagai pemilik dana kemungkinan menjawab agar The First US Bank tetap menahan sementara dana tersebut untuk rekeningnya. Sekiranya The First US bank memiliki kantor cabang di London, maka The First US Bank akan langsung mentransfer dana tersebut ke London dengan menggunakan Fed Funds Basis, yaitu pembayaran dana pada hari yang sama dengan memanfaatkan jasa "CHIPS"(Clearing House Interpayment System). The First Erobank tidak akan membiarkan dananya tidak produktif atau idle. apabila saat itu tidak ada transaksi kredit di mana ia bisa menggunakan seluruh atau sebagian dana sebesar US $ 1 juta tersebut, maka The First Eurobank akan menempatkannya dalam Eurodollar interbank market. Selanjutnya dalam transaksi di pasar uang antarbank untuk Eurodollar ini. The .Second Euro Bank London yang kebetul­an memiliki juga kantor cabang di New York menampung dana sebesar US$ 1 juta tersebut dalam bentuk deposito berjangka atas nama The First Eurobank. Proses transaksi tersebut dapat dilihat pada llustrasi 3.

Dari ilustrasi proses terciptanya Eurodollar dapat disimpulkan bahwa dolar senilai US$ 1 juta tersebut sesungguhnya tidak meninggalkan negara asalnya. Amerika.Oleh karena itu, Euro­dollar bukanlah suatu bentuk lain dari dolar dan jelas tidak ada sesuatu yang membedakannya dengan dolar biasa. Hal ini banyak disalah tafsirkan bahwa Eurodollar merupakan bentuk lain dari dolar. Deposito dalam Eurodollar dapat dimiliki oleh individu-individu maupun perusahaan swasta ataupun pemerintah di mana saja.

 Dalam dunia perbankan sering Eurocurrency market diidentikkan dengan pasar valuta asing atau.foreign ex­change market. Padahal kedua jenis pasar ini sangat berbeda fungsinya.

foreign exchange market : transaksi yang terjadi misalnya adalah suatu mata uang ditukarkan dengan mata uang lainnya.

Eurocurrency market : simpanan atau deposito yang diterima dalam mata uang tertentu, sementara kredit yang diberikan adalah bukan dalam mata uang yang sama. Fungsi perantaraan keuangan dalam pasar ini dilakukan oleh Eurobank, yaitu lembaga keuangan yang secara simultan menawarkan deposito berjangka dan memberikan kredit dalam mata uang yang lain yang bukan mata uang negara di mana lembaga keuangan tersebut berkedudukan.

Beberapa kegiatan Eurocurrency yang sama sekali tidak bersifat internasional dan kegiatan ini banyak terjadi dalam pasar domestik suatu negara yaitu antara lain simpanan atau deposito yang diterima baik dari penduduk (resident) kemudian memberikan kredit kepada penduduk dalam mata uang asing. Kegiatan ini tidak dimasukkan kategori transaksi dalam Eurocurrency market.

 

Perkembangan Eurodollar Market.

Eurocurrency, market dewasa ini telah tersebar dan berkembang pesat di luar Eropa, men­jangkau semua pusat-pusat keuangan internasional lainnya, di antaranya: The Bahamas, The Cayman Islands, Panama. Bahrain, Hongkong, Singapore, Jepang, dan Amerika Serikat (New York).

 

Kondisi Eurocurrency Market.

Dari sisi penyaluran kredit Eurromarket menawarkan berbagai kondisi atau persyaratan antara lain sebagai berikut:

 

Jangka waktu kredit.

Jangka waktu jatuh tempo yang ditawarkan dalam pasar ini cukup bervariasi terdiri atas jangka waktu pendek yaitu berkisar kurang dari 1 sampai 3 tahun dan dapat diperpanjang bila telah jatuh tempo. Kredit jangka menengah yang jaagka waktu jatuh temponya 3 sampai 5< tahun umumnya dapat diperpanjang secara revolving credit basis dan rolled over credit untuk setiap 3 atau 6 bulan. Selanjutnya, khusus bagi kredit yang berjumlah besar biasanya diberikan dalam bentuk sindikasi. Sindikat ini meliputi beberapa bank dari negara yang berbeda. Jangka waktu kredit umumnya tetap, artinya pada saat jatuh tempo tidak dapat atau sulit untuk diperpanjang kembali. Jangka waktu jatuh temponya berkisar dari 3 sampai 7 tahun atau lebih. Kredit jenis ini dapat diberikan dalam berbagai bentuk mata uang (multicurrency option), tergantung dari perjanjian antara peminjam dengan kreditor.

 

Tingkat bunga.

Tingkat bunga kredit selalu diperbarui dan disesuaikan dengan kondisi tingkat bunga pasar setiap 6 bulan (floating rate), Tingkat bunga ditentukan berdasarkan Libor (London interbank offered rate) ditambah dengan beberapa point sebagai spread. Besarnya spread ini sangat beragam tergantung atau dipengaruhi oleh credit worthiness atau kelayakan kredit si peminjam. Di samping itu dalam kredit sindikasi peminjam harus pula membayar biaya-biaya transaksi tambahan (additional fee), antara lain: front end management fee atau commitment fee.

 

Instrumen pendanaan.

Instrumen yang digunakan untuk menarik dana dalam Eurocurrency ini umumnva dalam bentuk deposito berjangka.Oleh karena itu simpanan dalam Eurocurrency tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran transaksi langsung dan hanya sebagian kecil dalam bentuk dana yang dapat segera tersedia yang dapat tangsung digunakan. Oleh sebab itu mata uang tersebut tidak bisa dianggap sebagai uang beredar dalam arti sem pit, yaitu M- 1.

 

Pengawasan Eurocurrency Market.

Perkembangan pesat yang dialami pasar ini telah menjadi fokus kontroversi dan debat panjang di kalangan perbankan beberapa negara. Pertumbuhan pesat pasar ini sebagian besar disebabkan oleh kemampuan Eurobank memberikan suku bunga yang tinggi kepada pemilik dana (deposan) dan sebaliknya menawarkan bunga pinjaman yang relatif rendah dibandingkan dengan tingkat bunga yang ditawarkan pasar domestik. Melihat kenyataan tersebut timbul pertanyaan kenapa hal ini dapat terjadi. Jawabannya sangat sederhana, yaitu karena Eurocurrency banking tidak tunduk pada peraturan pengawasan perbankan dalam negeri di mana mereka beroperasi, misalnya ketentuan likuiditas wajib ataur reserve requirement, credit ceiling dan ketentuan-ketentuan lainnya yang oleh otoritas moneter digunakan untuk memudahkan pelaksanaan pengendalian moneter dalam negeri. Ditiadakannya ketentuan tersebut bagi Eurabank merupakan kunci keberhasilan dan berkembangnya Eurocurrency market.

Dalam menghadapi masalah pengawasan pasar ini terdapat dua kelompok pendapat yang bertentangan.

 

Kelompok pertama, Amerika Serikat dan Jerman. Kelompok ini bersikeras agar Euromarket bagaimanapun juga harus dikendalikan dan diawasi secara ketat. Ketentuan reserve requirement, credit ceiling, dan ketenttiian pengawasan lainnya harus pula diberlakukan pada Eurobank. Pentingnya diadakan pengawasan tersebut menurut mereka antara lain adalah untulc

a. Mengekang kemampuan penciptaan kredit

b. Mengurangi spekulasi mata uang

c. Memelihara kedaulatan ekonomi negara-negara industri

d. Mengekang ruang gerak negara-negara kecil ke jalur keuangan yang lebih sempit dan terbatas.

 

Kelompok kedua adalah lnggris dan Swiss.

Pendapat kelompok ini sebaliknya menegaskan bahwa pengaturan yang terlalu ketat terhadap Eurocurrency market tidaklah perlu. Pengawasan prudential Cukup dilakukan dengan menekankan pada pengawasan terhadap kantor-kantor pusat dari setiap grup perbankan. Neraca Eurobank secara internasional harus dikonsolidasikan dengan cara:

  1. Pertama, menilai exposure setiap bank kepada setiap negara; Kedua,
  2. Melakukan penilaian rasio total kredit terhadap total dana.

 

Terlepas dari keuntungan-keuntungan yang diperoleh dari pasar ini, sejumlah pakar ekonomi dan pihak-pihak bank sentral tetap mengimbau agar dilakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan Euro markct. Mereka berpendapat bahwa pasar ini telah menjadi penyebab serius memburuknya situasi inflasi dunia serka terjadinya gangguan terhadap sistem perbankan kecuali pasar ini berada dalam suatu peraturan atau pengawasan tertentu.

 

Argumentasi yang paling sering diajukan mengenai perlunya pengawasan atas Eurocurrency market antara lain sebagai berikut:

 

a. Alasan prudential.

Yaitu kegiatan bank dalam Eurocurrency dapat menimbulkan risiko kredit dan risiko lainnya yang pada gilirannya akan mempengaruhi kesehatan lembaga-lembaga keuangan itu sendiri dan stabilitas sistem perbankan internasional. Dalam hubungan ini ada tiga kemungkinan yang berkaitan dengan alasan prudentiul ini.

Pertama, kurangnya informasi untuk menilai tingkat risiko dalam kegiatan Eurocurrency.

Kedua, ketidak-memadaian pengetahuan atas fungsi pasar tersebut, terutama dalam hal informasi mengenai sumber dan penggunaan dana yang menimbulkan kekhawatiran sehingga timbul desakan untuk mengatur dan mengawasi pasar ini. Ketiga, ke­mungkinan terjadinya perkembangan yang tak terduga yang dapat menyebabkan erosi keper­cayaan terhadap pasar ini yang mengakibatkan suatu penarikan simpanan atau deposito secara serentak dan tiba-tiba, sehingga Eurobank akan mengalami kesulitan likuiditas secara bersamaan.

 

b. Alasan nitai tukar mata uang.

Alasan nilai tukar ini berhubungan dengan anggapan bahwa pasar ini sernakin memperburuk keadaan dalam bursa valuta asing. di samping itu sebagai sumber terjadinya tekanan-tekanan yang bersitat spekulatif yang menyebabkan ketidak-stabilannya nilai tukar. Dalam kaitan ini beberapa pengamat berpendapat bahwa pasar ini ikut bertanggung­jawab akibat melemahnya nilai tukar dolar.

c. Alasan inflasi.

Yaitu akibat pemberian kredit tanpa pengawasan telah mengakibatkan peningkatan likuiditas dan pembelanjaan dunia secara berlebihan yang memberikan dampak atas meningkatnya inflasi dunia.

d. Ancaman solvency.

Beberapa pengamat mengklaim bahwa pertumbuhan Eurolending, khususnya bagi negara yang neraca pembayarannya mengalami defisit sejak melompatnya harga minyak OPEC awal 1974 telah mengakibatkan erosi pengawasan kredit yang serius. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya masalah default oleh satu atau lebih debitor besar yang pada gilirannya dapat mengancam solvency lembaga-lembaga keuangan sendiri dan men­destabilisasi pasar secara keseluruhan,

e. Memperburuk dan mempersulit pengarahan moneter dalam negeri terutama menyangkut kebijaksanaan pengetatan.

f. Mudahnya memperoleh kredit oleh negara-negara yang neraca. pembayarannya mengalami defisit telah melemahkan keinginan negara-negara yang bersangkutan untuk menganut kebijaksanaan penyesuaian (adjustman policy) yang diperlukan. Akibatnya secara terus menerus selalu terjadi ketidakseimbangan neraca pembayaran.

 

ASIAN CURRENCY UNIT

Asian currency unit (ACV), pada dasarnya adalah unit operasional di dalam suatu lembaga keuangan yang diberi izin khusus oleh penguasa moneter setempat. Di Singapore misalnya, izin ACU diberikan oleh the Monetary Authority of Singapore (NIAS) yaitu bank sentral Singapore, untuk melakukan kegiatan transaksi dalam Asian dollar market. Meskipun unit operasional tersebut tetap merupakan bagian integral dengan bank atau lembaga keuangan yang bersangkutan, tetapi dalam praktiknya unit usaha tersebut harus melakukan dan memelihara catatan pembukuan secara terpisah atas semua transaksi yang dilakukannya. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin agar kebebasan arus dana ke dan dari Asian dollar market tidak akan mempengaruhi dan meng­ganggu pengelolaan moneter dalam negeri.

Kegiatan ACU per-tama kali dimulai pada akhir tahun 1968 oleh kantor cabang Bank of America di Singapore yang diberi izin untuk membuka unit yang serupa dengan .Eurocurrency unit di London. Sasarannya adalah untuk menarik simparaan atau deposito di wilayah Asia kecuali sim­panan dari penduduk lokal, untuk membiayai kre ditnya khusus di wilayah Asia. PembukaanACU Bank of America tersebut diikuti oleh beberapa bank internasional lainnya antara lain Citibank, OCBC, The Chartered Bank, dan lain sebagainya.

Di wilayah Asia, pusat keuangan seperti Hong Kong dan Jepang merupakan alternatif lain dalam melakukan operasi Asian dollar ini. ACU di Singapore berada di bawah pengawasan MAS dan karena itu tunduk pada ketentuan perundangan Singapore. Namun dalam beberapa hal ACU dibebaskan dari beberapa ketentuan perbankan, antara lain ACU tidak diharuskan memelihara sejumlah saldo giro minimal pada MAS dan dibebaskan dari ketentuan memelihara likuditas wajib minimum (statutory liquidity requirement).

 

Kegiatan ACU

Kegiatan yang diperkenankan dilakukan ACU antara lain sebagai berikut:

a.       Menerima simpanan dari bukan penduduk lokal (non-resident),

b.      Menyimpan dana dan atau memberi pinjaman kepada AC'U lain, bank-bank lain yang bukan penduduk.

c.       Memberi pinjaman kepada penduduk lokal dengan terlebih dahulu memperoleh izin.

d.      Menerima simpanan dari penduduk dalam bentuk valuta asing sampai jumlah tertentu.

e.       Memberi pelayanan L/C (opening and avoicing).

f.        Mendiskonto surat-surat berharga.

g.       Menerbitkan garansi bagi yang berhubungan dengan bukan penduduk.

h.       Melakukan investasi dalam surat-surat berharga dalam valuta asing.

i.         Melakukan transaksi valuta asing dengan bukan penduduk.

 

Selanjutnya, ACU tidak diharuskan melaporkan jumlah simpanan dan kredit yang telah disalurkannya, namun kegiatan ACLI secara keseluruhan dibatasi sampai jumlah volume usaha tertentu.

 

Konsep Asian Dollar Market.

Asian dollar market berhubungan dengan pengertian secara luas pasar modal internasional, tenrtama Eurodollar market. Pasar modal internasional ini antara lain meliputi kegiatan pinjam-meminjam lembaga-lembaga keuangan dalam dolar dan mata uang lain di luar negara asalnya. Pusat-pusat keuangan umumnya berlokasi di negara-negara Eropa dan karena itu disebut Eurocurrency market. Karena dolar Amerika Serikat (US $) merupakan mata uang yang sangat mendominasi transaksi dalam pasar, maka Eurocurrency market lebih identik dan lebih dikenal sebagai Eurodollar market.

Pada tahun 1968, pasar yang sejenis, namun volumenya jauh lebih kecil, mulai berkembang di Singapore dan wilayah pusat-pusat keuangan lainnya di Asia dan ini kemudian berkembang menjadi Asian dollar market.

 

Perbedaan pokok antara dolar domestik Amerika Serikat, Eurodollar, dan Asian dollar adalah terutama dari masalah geografisnya. Oleh karena itu, secara sederhana dapat dikatakan Asian dollar termasuk Eurodollar adalah dolar Amerika Serikat yang beredar di luar Amerika Serikat. Dengan pengertian tersebut, dolar Amerika Serikat yang disimpan di bank-bank di Jakarta, Singapore, Hong Kong, atau Tokyo adalah merupakan Asian dollar.

Sementara dolar Amerika Serikat yang disimpan di bank-bank di London atau Zurich misalnya disebut Eurodollar. Sedangkan dolar yang sama disimpan di bank-bank di New York atau Califor­nia tidak lagi menjadi Asian dollar atan Eurodollar tetapi kembali menjadi dolar domestik Amerika Serikat. Karena lembaga-lembaga keuangan Eropa banyak ikut serta dalam Asian dollar market begitu pula lembaga-lembaga keuangan di wilayah Asia, maka perbedaan prinsipil antara kedua pasar ini sebenarnya adalah terletak pada segi geografisnya daripada segi finansialnya. Oleh karena itu, istilah "offshore market" kadang-kadang digunakan untuk menvebut kedua jenis pasar ini.

Asian dollar market atau Eurodollar market pada dasarnya merupakan suatu sistem keuangan internasional di mana lembaga-lembaga keuangan menerima simpanan dalam bentuk mata uang kuat di luar negara asal mata uang tersebut. Dana-dana tersebut dipinjamkan untuk tujuan ­tujuan investasi. Misafnya, dalam mata uang kuat (hard currency) antara lain: dolar Arnerika Serikat (USS), Deutschmark (DM), Sterling Pound, Swiss Franc Yen Jepang, dan mata uang keras lainnya yang siap diperdagangkan di pasar-pasar uang internasionaL Peserta dalam pasar uang ini umumnya adalah bank-bank umum, pemerintah, banlk sentral, dan badan ­badan usaha milik negara, perusahaan-perusahann multinasional, organisasi-organisasi internasional, lembaga-lembaga keuangan, dan individu-individu kaya.