LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL

 

DALAM Bab ini akan diuraikan beberapa lembaga keuangan internasional yang penting kaitannya dengan lembaga perbankan di Indonesia, walaupun secara umum peranan dari lembaga keuangan internasional tersebut lebih banyak dirasakan dalam sektor pemerintah, namun dapat dilihat bagaimana sektor swasta (perbankan) dapat pula merasakan pentingnya peranan yang dimainkan lembaga-lembaga internasional tersebut.

Bagi lembaga-lembaga keuangan dan perbankan di Indonesia peranan Bank Dunia, Asia Development Bank serta IMF, tidak secara langsung mempengaruhi operasional perbankan, namun efek sampingan yang timbal dari operasional lembaga-lembaga tersebut perlu diketahui dan diperhatikan mengingat dampaknya yang begitu besar pada perekonomian, yang pada gilirannya mempengaruhi pula operasional lembaga keuangan dan perbankan.

Secara langsung, kelembagaan keuangan inrernasional yang mempunyai kaitan dengan operasional lembaga keuangan/perbankan adalah Eurobank. Peranan lembaga ini makin terasa setelah adanya kebijakan deregulasi perbankan, yang kemudian diikuti dengan pembebasan fasilitas swap oleh Bank Indonesia.

Dalam bab ini akan diuraikan secara kronologis latar belakang, peranan serta fungsi dan tujuan dari kelembagaan perbankan internasional tersebut, dan membahas hubungannya dengan Perbankan Indonesia.

 

The Asian Development Bank (Bank Pembangunan Asia)

The Asian Development Bank (ADB) berdiri tahun 1966, dan bertugas meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta bekerja sama dengan semua pihak yang berkepentingan di Asia. ADB mcrupakan lembaga pengembangan keuangan internasional yang melaksanakan penyaluran dana, menyokong investasi, dan memberikan kerja sama teknis (technical assisitance) kepada negara-negara berkembang yang menjadi anggotanya. ADB merupakan lembaga negara, yang anggotanya adalah pemerintah-pemerintah dari berbagai negara. ADB juga merupakan organisasi regional, karena aktivitas-aktivitas dititik beratkan di wilayah Asia. Kebanyakan negara anggotanya berada di Asia, sebagian besar struktur permodalannya bersumber dari negara-negara Asia, begitu pula pemilihan pimpinan (president) serta delapan dari dua belas dewan direksinya. Selain itu, ADB juga beranggotakan negara-negara non Asia, yang sangat banyak membantu permodalan ADB, serta dalam struktur organisasi diwakili melalui beberapa anggota dewan direksi dan para stafnya. Kenyataan inilah yang menyebabkan ADB tidak hanya merupakan sebuah organisasi Asia, melainkan sebuah institusi dengan wawasan seluruh dunia.

 

Latar Belakang Berdirinya Asian Development Bank

Pada pertengahan 1960-an, negara-negara di Asia sangat membutuhkan bantuan ekonomi untuk membiayai pertumbuhan dan pembangunannya. Dari berbagai penjuru dunia datang bantuan untuk negara-negara Asia, baik berupa dukungan politis maupun bantuan ekonomi. Semula bantuan ini diharapkan dan datang dari negara-negara Barat, namun dengan adanya perkembangan rasa nasionalisme terutama setelah selesainya Perang Dunia II mendorong rasa kerja sama di antara negara-negara Asia, dengan berusaha memperoleh bantuan politis maupun ekonomi dari kalangan negara-negara Asia sendiri. Kesemuanya ini tercermin dalam pembentukan berbagai organisasi Asia, seperti Economic Commission for Asia and the Far East (ECAFE) yang terdiri dari negara-negara Asia yang telah menjadi anggota PBB pada saat itu,dll.

Dalam suasana seperti inilah, ADB lahir dan berkembang. Asian Development Bank didirikan untuk berfungsi dan mencapai tajuan-tujuan sebagai berikut:

 

Fungsi dan Tujuan Asian Development Bank

  1. Menyokong investasi modal pemerintah maupun swasta di wilayah Asia untuk tujuan-tujuan pembangunan.
  2. Memanfaatkan sumber-sumber daya yang tersedia untuk membiayai pembangunan, dengan memprioritaskan wilayah dan sub-wilayah Asia, berupa berbagai proyek dan program regional yang berperan secara efektif terhadap pertumbuhan ekonomi yang selaras di wilayah tersebut secara keseluruhan. Dan yang sangat diutamakan adalah kebutuhan dari negara-negara kecil atau negara-negara yang sulit bcrkembang di wilayah Asia,
  3. Memenuhi perminraan negara-negara anggota untuk membantu mereka dalam mengkoordinasikan kebijakan-kebijakan dan rencana pernbangunan mereka dengan tujuan untuk lebih memanfaatkan sumber-sumber daya yang dimiliki, menyehatkan perekonomian, dan meningkatkan ekspansi perdagangan luar negeri, terutama di antara negara-negara Asia sendiri.
  4. Memberikan bantuan teknis (technical assistance) untuk menyiapkan, membiayai, dan melaksanakan berbagai program dan proyek-proyek pembangunan, termasuk memformulasikan usulan bagi proyek-proyek tertentu.
  5. Bekerja sama dengan PBB, dan badan-badan organisasi di bawah PBB terutama ECAFE, dan juga dengan berbagai lembaga negara dan lembaga internasional lainnya, seperti berbagai organisasi nasional baik pemerintah maupun swasta, yang berkepentingan dengan investasi demi pengembangan dana di suatu wilayah, serta memberikan berbagai kesempatan untuk melakukan investasi bagi lembaga-lembaga tersebut.
  6. Melaksanakan berbagai kegiatan dan memberikan berbagai jasa lainnya sesuai dengan tujuan Asian Development Bank.

 

Struktur Organisasi Asian Development Bank

Dalam struktur organisasinya, ADB memiliki Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Direktur Utama, Wakil Direktur Utama, para pegawai tinggi, dan para pegawai staf,

 

a.   Dewan Komisaris

Dewan Komisaris merupakan badan pembuat keputusan tertinggi dalam ADB. Setiap negara anggota memilih seorang wakil dan seorang calon penggantinya. Seluruh wewenang ADB berada pada Dewan Komisaris, yang dapat mendelegasikan kekuasaannya kepada Dewan Direksi, kecuali untuk hal-hal tertentu, seperti pendaftaran negara anggota baru, perubahan dalam struktur permodalan ADB, pemilihan dan pengangkatan para Direksi serta Direktur Utama dan perubahan-perubahan dalam Anggaran Dasar.

b.  Hak Suara

Jumlah hak suara dari setiap negara anggota terdiri dari seluruh hak suara utama dan hak suara proporsional. Hak suara utama terdiri dari hak suara para negara anggota dengan pembagian yang sama per negara anggota, dan meliputi 20% dari total hak suara. Hak suara proporsional terdiri dari hak suara para negara anggota yang proporsional dan jumlah saham mereka terhadap modal ADB.           Setiap Komisaris dalam Dewan Komisaris, bertujuan untuk menyampaikan jumlah suara dari negara yang diwakilinya. Pertemuan antaranggota Dewan Komisaris dilak - sanakan paling tidak setahun sekali.

c. Dewan Direksi

Tanggung jawab atas arah kebijakan umum kegiatan-kegiatan ADB, berada pada Dewan Direksi. Dewan Direksi terdiri dari 12 orang Direktur, 8 di antaranya mewakili negara-negara di Asia, dan 4 lainnya mewakili wilayah di luar Asia. Dewan Direksi melaksanakan seluruh wewenang yang didelegasikan oleh Dewan Kornisaris (sebagaimana yang telah ditentukan dalam Anggaran Dasar) juga mengambil keputusan mengenai hal ­hal yang berkaitan dengan pemberian pinjaman, jaminan, dan investasi-investasi lain yang dilaksanakan ADB, program pinjaman-pinjaman dari pihak luar ADB, bantuan teknis, dan lain-lain kegiatan. ADB juga menyetujui anggaran administratif dan menyerahkan proforma anggaran setiap tahun buku untuk disetujui oleh Dewan Komisaris. Para Direktur menduduki jabatannya untuk masa jabatan 2 tahun, dan dapat dipilih kembali. Masing-masing Dircktur menunjuk seorang wakilnya. Setiap Direktur bcrtugas menyampaikan jumlah suara yang memilihnya. Seluruh keputusan harus didasarkan kepada suara mayoritas, kecuali bila ditentukan lain dalam Anggaran Dasar.

d.   Direktur Utama

Direktur Utama sebagai ketua dari Dewan Direksi, bertanggung jawab atas organisasi dan aktivitas-aktivitas ADB, bertugas selama masa jabatan 5 tahun dan dapat dipilih kembali.

e. Wakil Direktur Utama

Wakil Direktur Utama merupakan tangan kanan Direktur Utama dalam mengelola aktivitas-aktivitas ADB. Dalam hal Direktur Utama berhalangan hadir ataupun ada suatu tugas yang di luar kapasitasnya, maka Wakil Direktur Utama memperoleh kewenangan dan bertindak sebagai pengganti Direktur Utama.

 

Keanggotaan

Keanggotaan ADB terbuka untuk:

a. Anggota-anggota ECAFE, dan

b. Negara-negara di wilayah Asia dan negara-negara berkembang di luar wilayah Asia yang telah menjadi anggoca PBB atau anggota dari badan-badan PBB.

Pendaftaran anggota mensyaratkan pungutan suara paling sedikit dua pertiga anggota Dewan Komisaris yang mewakili tidak kurang dari tiga perempat total suara yang diberikan anggota.

Cacatan:

ECAFE (the Economi Commission for Asia and the Far East) merupakan suatu badan khusus PBB yang bcrpusat di Bangkok, Thailand. Didirikan pada tahun 1947, atas inisiatif dari negara-negara Asia anggota PBB, yang bertujuan untuk memperoleh pengakuan atas status Asia yang baru dalam segala kejadian di dunia. Pusat aktivitasnya tidak hanya antikolonialisme, tapi juga menyokong bantuan-bantuan finansial untuk Asia.

 

 

Struktur permodalan dan Sumber-sumber Finansial.

 

Sumber-sumber Finansial ADB terdiri dari :

 

a.   Modal dan pinjaman pihak luar ADB

Modal saham ADB sebesar US 1,209 juta. Setelah diberikan peningkatan otorisasi jumlah modal dan berbagai fluktuasi di mata uang dunia, maka total otorita modal saham ADB pada 31 Desember 1974 adalah US $ 3.366 juta, yang lebih dari US  2,761 juta telah disetorkan. Dari sejumlah modal yang disetor tersebut, sebagian berbentuk modal dibayar, dan sisanya digolongkan sebagai modal cadangan (call back capital). Modal cadangan diinvestasikan dalam bentuk surat-surat berharga ADB, dan itu merupakan salah satu fasilitas ADB dalam kegiatannya mencari pinjaman dari pasar-pasar modal di seluruh dunia. Modal dibayar sebagian berbentuk mata uang yang dapat ditukar atau dalam bentuk emas, dan sisanya dalam mata uang lokal.

     ADB dapat meningkatkan sumber dananya dengan cara:

  1. Meningkatkan jumlah modal yang dimilikinya. Minimal dua pertiga suara dari Dewan Komisaris dapat mensahkan peningkatan modal saham.
  2. Melaksanakan pinjaman dari pihak luar ADB dapat memperoleh dana dengan cara antara lain, menjual surat-surat berharga dengan negara-negara anggota atau lainnya, dengan persetujuan pemerintah negara yang bersangkutan.

 

b.  Dana-dana khusus yang diadakan/diterima oleb ADB

Anggaran Dasar ADB menyeburkan adanya sumber finansial lain, yaitu dana khusus(special fund). ADB dapat menerima kontribusi untuk special fund, berdasarkan persetujuan yang dibuat dengan para penyumbang sepanjang konsisten dengan tujuan dan fungsi ADB. ADB dapat menyisihkan lebih dari 10% dari modal dibayarnya untuk dimasukkan ke dalam dana khusus, sepanjang digunakan untuk tujuan-tujuan penyaluran dana yang diizinkan, dengan syarat didukung oleh suara masuk minimal dua pertiga suara dari Dewan Komisaris yang mewakili paling tidak tiga perempat suara dari total hak suara anggota. Anggaran Dasar menyebutkan bahwa dana khusus ADB harus dikelola, dimanfaatkan, dan serta diinvestasikan, dan yang sumbernya dapat berasal dari modal ADB.

 

Aktivitas-aktivitas Asian Development Bank

a.  Memberikan Fasilitas Pinjaman

    Aktivitas penyaluran dana ADB terbagi dalam 2 kategori utama:

     1)  pemberian fasilitas pinjaman yang biasa dilaksanakan, dan

     2)  pemberian fasilitas pinjaman khusus.

Sumber dana dari kegiatan pemberian pinjaman yang umum dilaksanakan, berasal dari sumber dana pinjaman yang diperoleh dari pihak luar atau modal sendiri, yang ditujukan untuk menutupi kebutuhan negara-negara anggota dalam melaksanakan proyek-proyek tertentu, sesuai dengan jenis mata uang yang diperlukan.

 

b. Macam-macam Pembaayaan yang Diberikan

Dalam hal memberikan pinjaman, baik sebagai pemberi pinjaman satu-satunya maupun bersama-sama dengan pemilik dana lainnya, dilaksanakan oleh ADB dengan cara-cara berikut ini:

  1. Dengan memberikan pinjaman sebagian dalam mata uang lokal dan sebagian lagi dalam mata uang asing agar kebutulian biaya-biaya proyck dalam mata uang yang bersangkutan bisa dipenuhi, atau
  2. Dengan memberikan fasilitas untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran lokal suatu proyek, yang dapat dilakukan dengan menyediakan mata uang lokal tanpa harus menjual cadangan emas atau devisa negara yang bersangkutan.

Dalam suatu masalah khusus, yang menurut opini ADB suatu proyek dapat menyebabkan tekanan pada kondisi Neraca Pembayaran suatu negara tempat proyek tersebut dilaksanakan, ADB dapat memberikan pinjaman dalam bentuk mata uang lainnya. Dalam kasus demikian ini, jumlah pembiayaan yang dijamin oleh ADB untuk tujuan ini tidak boleh melebihi porsi yang wajar dari total pengeluaran lokal yang boleh dilakukan oleh negara peminjam.

 

Permohonan Pinjaman

ADB tidak menstandardisir formulir Permohonan pinjaman ataupun garansi. Dalam memproses aplikasi pinjaman atau garansi, ADB hanya akan berhubungan dengan pemohon atau perwakilan yang berwenang, tidak dengan perantara. Permohonan diajukan secara tertulis, dan mengungkapkan informasi-informasi yang dibutuhkan ADB sebagai berikut:

a.       Sejarah, latar belakang usaha, dan kegiatan-kegiatan pemohon, bila permohonan datang dari suatu institusi (bukan pemerintah suatu negara anggora ADB). Selanjumya, permohonan dari institusi kenegaraan harus menjelaskan secara terperinci hubungan finansial dan legal dari institusi tersebut dengan pemerintahnya, nama-nama perusahaan yang menjadi pengurus perseroan, penyokong, kompanyonnya-bila ada, beserta kepentingan mereka ataupun hubungan kcpemimpinan mereka dengan pemohon.

b.      Deskripsi secara umum mengenai proyek tersebut.

c.       Rencana operasi untuk aktivitas, termasuk informasi menurut:

·  jenis dan jumlah dari produk-produk serta jasa-jasa yang diberikan,

·  jenis dan jumlah dari sumber bahan-bahan mentah,

·  penyediaan transportsi dan sarana-sarana utama lainnya,

·  proses dan peralatan manufacturing (perpabrikan),

·  rencana-rencana pelaksanaan, dan

·  rencana-rencana pengelolaan.

 

d.      Studi kelayakan, survei pre-investasi, dan setiap informasi yang akan membantu menjelaskan kondisi kelayakan ekonomi dan teknis dari proyck yang bersangkutan Bila seluruh data yang dibutuhkan belum tersedia, pemohon hendaknya memberi tahu ADB setiap rencana untuk mendapatkan data-data tambahan yang diperlukan.

e.       Total pengeluaran proyek yang diperkirakan, diperinci secara detail; dengan menyertakan daftar terpisah mengenai pengeluaran-pengeluaran dalam mata uang lokal maupun mata uang asing negara yang bersangkutan, dasar-dasar perkiraan biaya, termasuk detail mengenal pos-pos administratif

f.        Besarnya pinjaman yang dibutuhkan, tujuan penggunaan pinjaman yang diuraikan secara terperinci, jadwal pelunasan pinjaman, kondisi neraca yang diperkirakan harus dicapai, termasuk besar dan peranan modal dari pemohon itu sendiri.

g.       Detail dan hasil dari setiap usaha bila ada yang dilakukan untuk memperoleh bantuan pembiayaan atau fasilitas-fasilitas di tempat lain.

h.       Laporan-laporan keuangan-bila perlu-untuk periode operasi selama 3 tahun terakhir, termasuk neraca dan laporan laba rugi.

i.         Perkiraan mengenai dampak finansial dan cash flow, termasuk pendapatan tahunan, pengeluaran dan keuntungan yang diperoleh dalam 1 tahun pertama operasi atau sampai dengan tahun pertama tingkat operasi sudah sepenuhnya dilaksanakan.

j.        Perkiraan volume dan nilai penjualan setiap tahunnya (untuk setiap produk utama maupun setiap jenis produk yang ada) sampai proyek tersebut dapat berjalan secara normal, juga pola sistem distribusi secara terperinci, kontrak penjualan jangka panjang, serta peraturan pemasaran (bila ada).

 

Evaluasi Proyek

Dalam mengevaluasi proyek-proyek yang diusulkan untuk dibiayai, ADB harus mengamati kondisi kelayakan ekonomi, teknis, dan keuangan negara-negara tersebut, peranannya dalam membantu menyelesaikan masalah-masalah perekonomian, kapasitu dari negara peminjam dalam tambahan hutang, memperkenalkan teknologi-teknologi baru unruk peningkatan kesempatan kerja. Untuk mempertimbangkan permohonan pinjaman ataupun garansi, ADB hanya akan memberikan pinjaman berdasarkan kemampuan peminjam untuk memperoleh pembiayaan atau fasilitas dari sumber-sumber lain selama kondisi persyaratan-persyaratan dianggap wajar oleh ADB.

 

Kondisi-kondisi Umum Lainnya

Umumnya ADB mensyaratkan agar peminjam mencari order yang kompetitif dari berbagai penyalur yang potensial, rencana-rencana dan spesifikasi teknis hendaknya dibuat oleh penyalur yang berdiri sendiri bila perlu dengan konsultan teknis yang disetujui oleh pemohon. Kecuali dalam kondisi tertentu, ADB mensyaratkan bahwa

 

penghasilan dari pemberian pinjaman, investasi ataupun pcmbiayaan oleh ADB lainnya, digunakan hanya untuk memperlancar arus perdagangan barang dan jasa yang dihasilkan oleh negara-negara anggota ADB.

Dalam hal penerima pinjaman atau garansi ADB bukan pemerintah suatu negara anggota, ADB bila diperlukan dapat mensyaratkan garansi dari pemerintah negara yang bersangkutan atau lembaga yang berwenang. Sedangkan, dalam hal pinjaman langsung yang diberikan ADB, peminjam hanya dapat mcncairkan pinjaman untuk menutup pengeluaran-pengeluaran proyek di saat yang seharusnya (bukan jauh sebelumnya).

 

Tingkat Bunga dan Biaya-biaya Lainnya

Dalam memberikan atau menjamin suatu pinjaman, tingkat bunga dan biaya-biaya lainnya, disesuaikan dengan kondisi pinjaman tersebur, tentu saja berdasarkan penilaian ADB. Tingkat bunga yang dibebankan ADB terhadap pinjaman tersebut, termasuk komisi uang jasa (service fee) yang diperhitungkan berdasarkan nilai pinjaman tertinggi. Bila sumber dana pinjaman yang diberikan berasal dari modal sendiri atau pinjaman pihak luar, ADB juga akan mcmbebankan biaya pcrjanjian (commitment charge). Seluruh pelunasan pinjaman dibayarkan dalam mata uang yang disetujui. Amortisasi dan waktu tenggang ditetapkan berdasarkan kebijakan ADB.

 

Bantuan Teknik (Technical Assistance)

Berdasarkan Anggaran Dasar, ADB berwenang memenuhi permintaan anggota untuk membatu mereka dalam mengkoordinasikan kebijakan-kebijakan dan rencana-rencana pembangunan agar dapat memanfaatkan sumber-sumber daya dengan lebih baik, menyehatkan perekonomian, meningkatkan ekspansi perdagangan luar negeri, memberikan bantuan teknis untuk persiapan, pembiayaan, dan pelaksanaan program-program dan proyek-proyek pembangunan, termasuk memformulasikan proposal proyek-proyek tertentu. Secara umum, dapat dikatakan bahwa ADB dapat memberikan konsultasi dan bantuan teknis sejauh sesuai dengan tujuan dan fungsinya sebagai bank pembangunan.

 

Bantuan teknis diberikan oleh ADB dengan salah satu cara berikut ini:

a)      jasa-jasa konsultasi    

b)      jasa-jasa tenaga ahli atau konsultan untuk misi-misi tertentu berdasarkan kontrak, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang sehubungan dengan pelaksanaan proyek ataupun dalam hal membantu perkembangan suatu lembaga, atau

c)      bekerja sama dengan institusi-institusi nasional maupun internasional.

Bantuan teknis yang diberikan ADB ada yang bersifat dapat dibayar kembali (reimbursable) ada pula yang tidak dapat dibayar kembali (non-reimbursable), baik sebagian maupun keseluruhan jumlah pinjaman yang diberikan. Berdasarkan ketentuan-ketentuan inilah ADB memberikan bantuan teknis kepada negara-negara anggotanya, lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi pemerintah di negara-negara tersebut. ADB dapat juga memberikan bantuan kepada institusi-institusi internasional maupun regional bila diperlukan.

 

Bank Dunia (World Bank)  

Umum

Pada awal Perang Dunia II ahli-ahli keuangan dari gabungan beberapa negara, menganggap bahwa setelah Perang Dunia II akan membawa pcngaruh akan adanya kebutuhan atas peraturan-peraturan mengenai kerja sama internasional untuk memecahkan masalah dalam hal moneter dan permasalahan-permasalahan keuangan lainnya.

Dengan adanya beberapa pertemuan yang diselenggarakan oleh gabungan bcberapa negara, pada bulan Juli 1944, 44 ncgara mendirikan United Nation; Monetary and Financial Conference di Bretton Woods New Hampshire, USA. Pada konferensi ini dicanangkan Anggaran Dasar yaitu dengan terbentuknya dua Lembaga Keuangan Internasional :

  1. IMF (International Monetary Fund)
  2. IBRD (International Bank for Reronttructiore and Development) kemudian lebih dikenal dengan World Bank

Meskipun peraturan-peraturan yang diciptakan oleh kedua lembaga di atas berbeda, tetapi tujuan prinsipnya adalah sama, yaitu untuk menyediakan peralatan moneter dan keuangan yang dapat memungkinkan negara-negara bckerja sama menuju ke arah kemakmuran dunia, melalui dukungan terhadap stabilitas nasional dan memimpin perdamaian di seluruh negara.

Pada tahun 1945 Anggaran Dasar PBB diedarkan kepada 44 negara untuk disahkan. Akhirnya Anggaran Dasar tcrscbut diberlakukan pada tanggal 27 Desember 1945, setelah ditandatangani oleh 28 negara di Washington D.C. Seluruh negara yang aktif di konferensi Bretton Wood, menjadi anggota dari kedua lembaga itu, kecuali Uni Soviet. Bank Dunia mulai beroperasi 25 Juni 1946.

Bank Dunia didirikan sebagai Lembaga Investasi Internasional jenis baru untuk memberikan atau menjamin kredit-kredit yang dirujukan untuk proyek-proyek rekonstruksi dan pertumbuhan yang produktif: Dana untuk itu berasal dari modal Bank Dunia sendiri, yang terdiri dari kontribusi pemerintah negara-negara asing dan melalui mobilisasi modal swasta. Modal saham Bank Dunia disusun sedemikian rupa sehingga setiap risiko dalam melaksanakan kegiatannya dibebankan kepada negara-negara asingnya dengan berdasarkan kekuatan ekonomi mereka masing-masing.

Bank Dunia juga merupakan organisasi antar pemerintahan (intergovernmental) yang mendasarkan pada Pasar-pasar Modal di dunia untuk sumber keuangannya. Fasilitas

kredit yang diberikan oleh Bank Dunia pertama kali dilaksanakan rahun 1947 dan berjumlah US $ 500 juta untuk Program Rekonstruksi di empat negara Eropa.

Semula sumber-sumber yang dimiliki oleh Bank Dunia ditujukan untuk membantu proses rekonstruksi bagi negara-negara yang menderita karena perang. Dengan kemajuan Marshal! Plan dari Amerika Serikat pada tahun 1948 Bank Dunia mcngalihkan usaha ­usahanya terutama ditujukan untuk kegiatan pembangunan.

 

Fungsi Utama Bank Dunia

Tugas prinsip dari Bank Dunia saat ini adalah memberikan pinjaman untuk proyek­proyek produktif demi pertumbuhan ekonomi di negara-negara sedang berkembang yang menjadi anggotanya. Sebanyak kira-kira US $ 2,4 milyar telah diberikan oleh Bank Dunia untuk proyek-proyek pembangunan di Eropa, Australia dan New Zeland, selama 23 tahun terakhir ini (dari data tahun 1970, sebanyak US $ 1,9 milyar untuk 28 negara Afrika, US S 4,3 milyar untuk 16 negara Asia dan US $ 3,8 milyar untuk 22 negara­negara bagian Amerika Serikat bagian barat). Pinjaman ini digunakan untuk industri pembangkit tenaga listrik, pembangunan jalan, rel kereta api, pelatihan-pelatihan, pembangunan saluran pipa gas alam, telekomunikasi, pertanian, industri, pengadaan air, pendidikan, dan dalam hal-hal tertentu ditujukan untuk program pembangunan yang lebih umum termasuk impor.

 

Bank Dunia memiliki dua keanggotaan yaitu:

  1. IFC (International Finance Corporation) yang memulai kegiatannya pada tahun 1956.
  2. IDA (International Development Auaiatian) yang memulai kegiatannya pada tahun 1960.

Kedua lembaga ini dan Bank Dunia mcmbentuk kelompok Bank Dunia (World Bank Group)

Keanggotaan dari Bank Dunia merupakan persyaratan keanggotaan IFC (yang kegiatannya ditujukan untuk sektor swasta di negara-negara berkembang) dan keanggotaan IDA (yang kegiatannya ditujukan untuk sektor yang sama dengan kebijakan dan sesuai dengan Bank Dunia. Namun bantuan yang diberikan hanya ditujukan unruk Negara ­negara miskin, dengan syarat-syarat yang lebih mudah daripada pinjaman-pinjaman yang biasa diberikan oleh Bank Dunia. Bank Dunia juga mensponsori International Centre for The Settlement Investment Development (ICSID).

 

Keanggotaan Bank Dunia

Dewan Komisaris memiliki kekuasaan mengakui anggota-anggota baru Bank Dunia dan untuk mcnentukan syarat-syarat keanggotaan berdasarkan persyaratan -persyaratan berikut ini. Setiap negara yang setuju memberikan konstribusinya kepada modal Bank Dunia, dapat menjadi anggota. Sebelum semua itu terlaksana, negara tersebut harus menjadi anggota IMF (international Monetary Fund), yang meliputi perjanjian untuk mengamati peraturan praktek Keuangan International yang berlaku, disertai penjelasan mengenal pokok-pokok informasi perekonomian demi kelayakan suatu negara dalam menerima bantuan. Bila semua telah dilakukan, maka negara tersebut dapat dipertimbangkan mcnjadi anggota Bank Dunia. Pada tahun 1969 Bank Dunia memiliki 112 negara anggota.

 

Yang Menjalankan Operasi Perusahaan Bank Dunia

Seluruh kekuasaan Bank Dunia berada di bawah Dewan Komisaris yang terdiri dari para komisaris yang mewakili negara anggota (masing-masing negara anggota menunjuk satu orang komisarisnya).

Dewan komisaris bertemu setahun sekali dan dapat mengirimkan suaranya melalui surat atau kawat. Kecuali kekuasaan tertentu yang ditentukan secara spesifik dalam Anggaran Dasar seperti keputusan keanggotaan, alokasi pendapatan bersih dan perubahan­ perubahan dalam modal saham; Dewan Komisaris menyerahkan kekuasaannya kepada Dewan Direksi (Board of Director) yang melaksanakan tugas-tugas mereka secara penuh pada markas besar Bank Dunia di Washington D.C. Umumnya para Direksi mengadakan pertemuan seminggu sekali, 5 dari anggota direksi ditunjuk oleh 5 pemegang saham terbesar, dan lainnya (15 orang direksi dipilih oleh negara anggota lainnya).

Setiap pemilihan suara yang diberikan oleh Direksi merupakan jumlah dari suara yang diberikan negara anggota yang diwakilinya. Pemilihan suara dari setiap direksi ini kemudian diberi bobot (weighted). Para direksi memilih Direktur Utama dan Bank Dunia berdasarkan keputusan dari para Direktur atas beberapa pertanyaan mengenai kebijakan Bank Dunia dinilai mampu untuk melaksanakan usaha dan mengurus organisasi Bank Dunia menunjuk dan memberhentikan para pegawai, Officer, dan Staff. Hanya Direktur Utama yang dapat mengusulkan fasilitas kredit yang akan diberikan.

Kebijakan secara luas diputuskan oleh Direktur Pelaksana berdasarkan batasan ­batasan dari Anggaran Dasar. Kebijakan bank merupakan proses yang mengalami perubahan secara perlahan-lahan. Anggaran Dasar secara umum memberikan kelonggaran kepada bank untuk menjalankan operasinya, sehingga dapat menyesuaikan kebijakan tersebut terhadap kenyataan di dunia yang selalu berubah. Biasanya analisis yang terperinci mengenai setiap perubahan kebijakan, dikemukakan oleh Direktur Utama Bank Dunia kepada Para Direktur Pelaksana untuk dipertimbangkan dan diputuskan.

 

MENGENAL IMF DAN BANK DUNIA

Perbedaan IMF dan BANK DUNIA

 

Secara tradisional tugas IMF adalah membantu negara yang bersangkutan, artinya yang melakukan intervensinya, untuk mendapatkan kembali keseimbangan neracanya dengan dunia luar. Yang dipentingkan akhirnya adalah keseimbangan neraca berjalannya. Akan tetapi, ini juga banyak dipengaruhi oleh keseimbangan, artinya defisit, anggaran belanja pemerintah. Juga oleh kebijakan moneter bank sentral serta kementerian keuangan.

Bank Dunia lebih banyak mengurusi masalah-masalah struktural. Ia membantu negara yang bersangkutan dalam perombakan beberapa sektor dan menyempurnakan policy-policy yang menyangkut berbagai sektor yang sangat penting, misalnya sektor industri dan perdagangan. Biasanya yang dituju adalah liberalisasi atau deregulasi sektor-sektor ini, atau dengan kata-kata lain, menyingkirkan hambatan-hambatan yang merintangi produktivitasnya.

 

Walaupun IMF dan Bank Dunia mempunyai misi yang berlainan, namun selama sepuluh tahun yang belakangan ini masing-masing misi menjadi overlap. Artinya, IMF, misalnya di Afrika, sering ikut menangani masalah structural adjustment. Di lain fihak, Bank Dunia kadang-kadang, atau lebih sering, bisa memberi 'quick disbursement loans' yang sebetulnya menjadi kebiasaan bantuan IMF karena dana demikian dipakai (dalam anggaran belanja pemerintah)untuk menyeimbangkan kembali neraca pembayaran dan/atau anggaran belanja pemerintah.

 

Mengapa kedua instansi bisa memberikan bantuan yang serupa? Ini karena perkembangan sejarah, dan terkait dengan besar dana bantuan yang disediakan oleh IMF atau Bank Dunia itu. Yang menyediakan dana bantuan terbesar juga mempunyai pengaruh terbesar.

Di Indonesia misalnya, IMF-lah yang akan bertanggung jawab atas program umum stabilisasi serta mencari pola makro-policy baru yang lebih sehat. Dana bantuan dari IMF lebih besar daripada yang disediakan Bank Dunia.

Bank Dunia di Indonesia akan lebih bertanggungjawab atas perbaikan struktural sektoral, khususnya sektor perbankan. Tetapi, IMF pun akan ikut bicara dalam hal ini. Bank Dunia akan membantu mengembangkan sistim pengendalian sektor perbankan di Indonesia agar ekonomi tidak mudah digoncangkan oleh bank bobrok, kredit macet serta proyek-proyek jelek, seperti sekarang ini. Tetapi IMF juga akan ikut bicara. Di antara lembaga-lembaga keuangan internasional ini akan ada semacam pembagian kerja: Bank Dunia akan mengurus pembenahan bank-bank komersial pemerintah, IMF mengurus penyehatan bank-bank swasta dan Bank Pembangunan Asia akan membenahi bank-bank pembangunan daerah.

Yang harus dimaklumi adalah perbedaan historis antara kedua lembaga keuangan internasional ini, yakni IMF dan Bank Dunia, karena bisa bentrokan dengan policy pemerintah.      

"Ideologi" atau keyakinan tradisional IMF adalah bahwa prioritas yang paling utama yang harus dijunjung tinggi adalah stabilisasi moneter. Artinya, penerima dana (Indonesia) harus mencapai kembali suatu kestabilan moneter dengan inflasi yang rendah dan defisit neraca berjalan yang juga kecil (angka sasarannya 2% dari PDB) agar "sustainable" untuk masa yang lama.

Sarana utama untuk mencapai serta menjaga agar inflasi rendah adalah keharusan memupuk surplus anggaran belanja. Ini bisa dikatakan bertentangan dengan doktrin Indonesia yang menghendaki anggaran belanja yang seimbang. Akan tetapi doktrin pembangunan kita sebetulnya sudah kadulawarsa. Tepat untuk masa lalu ketika sektor swasta masih kecil. Sekarang sektor swasta sudah besar sekali dan pertumbuhan ekonomi tergantung daripadanya. Agar sektor swasta bisa ekspansif maka sektor pemerintah (yakni anggaran belanjanya) harus kontraktif. Kalau tidak maka inflasi akan tinggi.

Dalam proses mencapai stabilisasi moneter maka IMF juga menuntut agar tingkat bunga tidak boleh diturunkan terlalu cepat. Di lain fihak, pemerintah melonggarkan likuiditas untuk mendorong produksi. Maka tingkat bunga bank harus diturunkan. Ini bertentangan dengan "resep IMF" karena IMF percaya bahwa dengan melonggarkan likuiditas maka kurs mata uang akan melemah. Belakangan ini kedua gejala memang terjadi: pemerintah melonggarkan likuiditas dan kurs mata uang rupiah sedikit melemah. Maka IMF akan teriak freekick! Mungkin Bank Dunia akan lebih bersimpati karena Bank Dunia lebih cenderung mementingkan kepentingan stimulasi produksi dan ekspor.

Di belakang IMF dan Bank Dunia ada pandangan negara-negara pemegang saham yang besar, seperti Amerika Serikat dan Jepang. Apakah (kementerian keuangan) negara-negara ini memihak IMF atau Bank Dunia?

Dalam menghadapi krisis mata uang di Asia Tenggara, yang cenderung menjalar ke Asia Timur dan lain-lain belahan dunia, maka kurang terdapat konsensus dalam pandangan serta teori-teori ekonominya. Maka kita juga harus pandai memanfaatkan situasi demikian itu

 

Dana Moneter Internasional (IMF)

Adalah organisasi internasional yang mengawasi system keuangan global dengan mengikuti kebijakan makroekonomi dari negara-negara anggota, khususnya mereka yang akhirnya berdampak pada nilai tukar dan neraca pembayaran . Ia adalah sebuah organisasi internasional yang dibentuk untuk menstabilkan nilai tukar dan memfasilitasi pembangunan. dan juga menawarkan keuangan dan bantuan teknis kepada para anggotanya.

Organisasi dan tujuan

Dana Moneter Internasional telah dibuat pada bulan Juli 1944  dengan tujuan untuk menstabilkan nilai tukar dan membantu pembangunan kembali di dunia internasional sistem pembayaran.

IMF adalah suatu organisasi yang terdiri dari 185 negara + montenegro menjadi 185, Sampai 18 Januari 2007  yang bekerja untuk mendorong kerjasama moneter global, mengamankan stabilitas keuangan, memfasilitasi perdagangan internasional, mempromosikan tingkat yang tinggi dari pekerjaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi , dan mengurangi kemiskinan. Kecuali di Taiwan, Korea Utara, Kuba ,Andorra, Monako, Liechtenstein, Tuvalu dan Nauru, semua negara anggota PBB berpartisipasi secara langsung dalam IMF. Sebagian besar yang diwakili oleh negara-negara anggota lainnya.

Sejarah

Dana Moneter Internasional telah resmi dibuat pada bulan Juli 1944 saat PBB Konferensi Moneter dan Keuangan  Dari 44 wakil pemerintah bertemu di Hotel Mount Washington di wilayah Bretton Woods, Amerika Serikat, dengan delegasi ke konferensi di menyetujui kerangka kerja bagi kerjasama ekonomi internasional yang  secara formal diatur pada 27 Desember 1945, ketika 29 negara pertama yang menandatangani Perjanjian Artikel.  Undang-undang yang jadi tujuan IMF sekarang adalah sama seperti ketika mereka dirumuskan dalam 1943.

 

Saat ini.

Pada 2008, dihadapi dengan kekurangan pendapatan, Dana Moneter Internasional dari para eksekutifnya setuju untuk menjual sebagian cadangan emas dari IMF.

Pada tanggal 27 April 2008, Managing Director IMF Dominique Strauss-Kahn menyambut baik keputusan dewan 7 April 2008 untuk mengusulkan kerangka kerja baru untuk dana, yang dirancang untuk menutup $ 400 juta proyeksi defisit anggaran selama beberapa tahun. Termasuk usulan anggaran belanja dari $ 100 juta sampai 2011 yang akan mencakup hingga 380 staf dismissals.         Pada 2009 di pertemuan puncak G-20 London, ia memutuskan bahwa IMF akan anggarankan tiga kali lipat ke nilai  $ 1 triliun dan akan lebih baik untuk memenuhi kebutuhan global di tengah-tengah masyarakat yang terhambat  resesi 2000’ an.

 

Kualifikasi untuk jadi Anggota :

Setiap negara dapat mengajukan permohonan untuk keanggotaan kepada IMF.

Aplikasi tersebut akan dipertimbangkan terlebih dahulu oleh IMF dari Dewan Eksekutif.  Setelah dipertimbangkan, Dewan Eksekutif akan menyerahkan laporan kepada Dewan Gubernur dari IMF dengan rekomendasi dalam bentuk "Keanggotaan Resolusi." Rekomendasi termasuk apakah memenuhi jumlah kuota di IMF, bentuk pembayaran berlangganan, adat dan syarat dan kondisi keanggotaan.

Setelah Dewan Gubernur telah mengadopsi "Keanggotaan Resolusi," Negara pemohon  perlu mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan di untuk mengaktifkannya untuk dapat menandatangani IMF's Articles of Agreement dan untuk memenuhi kewajiban anggota IMF.  Demikian pula, setiap negara anggota dapat menarik diri dari Dana moneter Internasional ini, walaupun sangat jarang yang melakukannya.

 

 

 

Bantuan dan reformasi

Misi utama dari IMF adalah untuk memberikan bantuan finansial kepada negara-negara yang serius mengalami kesulitan keuangan dan ekonomi dengan menggunakan dana didepositkan dengan IMF dari lembaga dari 185 negara anggota. Negara anggota dengan neraca pembayaran yang bermasalah dan sering  kesulitan, dapat meminta pinjaman untuk membantu mengisi kesenjangan antara negara-negara penghasilan tinggi dan rendah dan / atau dapat meminjam dari lender dan negara harus membelanjakannya untuk operasi, termasuk untuk menutupi biaya dasar dari impor barang dan jasa. Reformasi ini pada umumnya diperlukan karena negara-negara dengan nilai tukar tetap dapat ikut serta dalam kebijakan fiskal, moneter, politik dan praktek-praktek yang dapat mengakibatkan krisis itu sendiri.  Misalnya, bangsa dengan defisit anggaran yang parah, inflasi yg merajalela, harga ter kontrol ketat, atau terlalu signifikan atau nilai mata uangnya rendah, menghadapi krisis neraca pembayaran.  Dengan demikian, program-program penyesuaian struktural yang nyata yang ditujukan untuk memastikan bahwa IMF sebenarnya membantu untuk mencegah krisis keuangan daripada hanya pendanaan keuangan.